Wisatawan Balikkan Batu Marmer Romawi Kuno

Wisatawan Balikkan Batu Marmer Romawi Kuno

Wisatawan Balikkan Batu Marmer Romawi Kuno – Selalu peluang membenahi kekeliruan pernah terjadi, terhitung hal berkaitan kenangan perjalanan.

Dalam paket itu ada batu dan sebuah surat yang dicatat memakai pena. Isi surat itu mengatakan penyesalan pengirim karena sudah ambil barang kecil itu.

Penuh Sesal, Wisatawan Ini Balikkan Batu Marmer Romawi Kuno yang Diculiknya

Batu itu bukan batu biasa. Itu sesungguhnya ialah sepotong marmer dari puing-puing Romawi kuno.

Wisatawan itu, seorang yang dijumpai dari Atlanta, menulis, Aku ambil suatu hal yang bukan punya aku,” bunyi salah satunya kalimat dalam surat itu.

Pengirim menjelaskan dia berasa malu karena menulis di atas baru marmer itu. Tulisan di batu tertulis “Untuk Sam. Salam Cinta, Jess. Roma, 2017”.

Direktur museum, St├ęphane Verger, menjelaskan ke toko informasi Italia Il Messagero jika perlakuan keinginan maaf itu kemungkinan dipacu oleh wabah Covid-19.

Verger menambah jika perlakuan itu mungkin saja di inspirasi oleh contoh sama yang mengikutsertakan dua wisatawan Kanada. Dua wisatawan yang dijumpai mengambil artefak dari puing-puing Pompeii itu akui alami banyak nasib jelek dalam keluarga mereka hingga pada akhirnya kembalikan artefak itu.

Verger menyangka kemungkinan wisatawan Amerika itu kembalikan potongan marmer ke museum sebagai langkah untuk menghindar nasib yang serupa. Atau, kemungkinan mereka barusan tumbuh sebagai individu dan ingin lakukan hal yang betul. Sumpah ataulah bukan sumpah, benda itu semestinya balik ke lokasi yang seharusnya dan orang itu belajar pada kekeliruannya.

Wabah virus corona tidak cuman membuat perjalanan rekreasi jadi terbatas, hal tersebut ternyata membuat wisatawan memikir ulangi tentang sikap jeleknya ketika ada di tujuan rekreasi. Apakah yang dilaksanakan wisatawan asal Amerika Serikat ini.

Kasus Wisatawan Kembalikan Batu Marmer Romawi Kuno

The National Roman Museum terima sebuah paket dari wisatawan Amerika yang Wisatawan akui Balikkan Batu Marmer dari puing-puing Romawi kuno saat dia berekreasi ke Italia.

Paket itu berisi batu dan surat yang bersuara penyesalan dan permintaan maaf.

Aku ambil suatu hal yang bukan punya aku untuk diambil,” tulisnya si wisatawan yang menetap di Atlanta itu, seperti diambil dari Insider.

Si wisatawan menjelaskan dia berasa malu karena sudah mencorat-coret batu marmer itu. Dianya juga benar-benar menyesal atas tindakannya saat itu.

Pesan di batu itu tertulis “To Sam, love Jess, Rome 2017” yang rupanya sudah ia bikin seputar tiga tahun lalu.

“Ini ialah pergerakan spontan, tapi buah dari kesadaran. Kemungkinan terkurung oleh wabah virus corona membuat merenung dan menghidupkan kesadarannya,” kata Verger.

Verger menambah jika hal tersebut kemungkinan di inspirasi oleh kasus yang mengikutsertakan dua wisatawan Kanada, yang mengakui jika mengambil artefak dari puing-puing Pompeii datangkan banyak nasib jelek dalam keluarga mereka.

Wisatawan Amerika itu kemungkinan takut memiliki nasib apes sesudah mengambil artefak itu. Atau, kemungkinan dia ingin jadi wisatawan yang lebih bagus.

Sumpah ataulah bukan sumpah, sebaiknya sebagai wisatawan yang bagus kamu harus mematuhi ketentuan yang ada dan tidak ambil segala hal secara asal-asalan.

Bila ingin bawa pulang masa lalu, seharusnya berbelanja oleh-olehan di toko cenderamata, ya.

Direstorasi Sepanjang 15 Tahun, Pusara Kaisar Pertama Roma Selekasnya Dibuka untuk Umum

Roma jadi negara yang kaya bangunan kuno dan warisan monumental. Kecuali Colosseum, belakangan ini beberapa arkeolog juga sukses merestorasi pusara kuno kaisar pertama Roma.

Sesaat lagi, pelancong dapat melihat pusara Mausoleum Augusto yang dibuat 20 era kemarin.

Musoleum Augusto sendiri sebagai pusara untuk kaisar pertama Roma, Augustus atau yang dikenal juga sebagai Oktavianus. Dia ialah orang yang ambil kendalian kekuasaan di Roma dari Julius Caesar. Selanjutnya, Augustus jugalah yang secara efisien mengganti Republik Romawi jadi Kekaisaran Romawi.

Pusara Kaisar Augustus, Salah Satu yang Paling besar di Roma

Mausoleum Augusto sendiri ialah pusara sama ukuran yang lumayan besar. Memiliki bentuk melingkar dan pusara ini jadi salah satunya yang paling besar di Kota Roma. Beberapa arkeolog yakini jika dahulunya bangunan itu tertutupi dengan marmer putih.

Dan, dekor yang kaya saat pertama kalinya dibuat, yakni dengan patung perunggu Augustus di atas pucuknya.

Berlainan pada website kuno Roma yang lain seperti Colosseum dan Roman Komunitas, Mausoleum Augusto awalnya tidak terbuka untuk umum. Ini karena keadaan pusara kaisar pertama Roma itu alami kerusakan kronis. Restorasi pusara juga memerlukan saat yang lumayan lama.

Restorasi pusara sendiri diawali pada 2008 dengan menelan dana lebih dari 20 juta euro atau sejumlah Rp 340,7 miliar. Adapun, restorasi itu bukan hanya meliputi sisi pusara, tapi juga sisi yang lain.

Pelancong dapat menelusuri pusara kaisar pertama Roma itu dengan gratis sampai 21 April 2021.

Walaupun demikian, pelancong harus lakukan booking lebih dulu dan ticket gratis itu diperuntukkan untuk warga Roma.

Menghayati Kegemilangan Kekaisaran Romawi di Puing-puing Kota Kuno Ostia Antica

Roma, Italia, dikenali sebagai kota yang dikitari banyak situs monumental dan puing-puing kuno. Diantaranya ialah puing-puing kota kuno Pompeii yang sarat dengan mistis.

Tetapi, kecuali Pompeii, ada lagi satu puing-puing kota kuno yang tidak kalah memikat untuk dikunjungi. Ialah Ostia Antica yang dipanggil sebagai kota dermaga Roma kuno.

Lalu, apa menariknya kota kuno yang menjadi ‘rival’ kota Pompeii ini? Yok, baca pembahasan ini.

Mencuplik situs sah Ostia Antica, kota ini diprediksi sudah ada semenjak 620 Saat sebelum Masehi (SM). Selanjutnya, seputar 400 SM, Kekaisaran Romawi menaklukan Ostia dan untuk jadi pangkalan angkatan laut, dan dibuatlah benteng yang melingkari kota itu.

Sesudah Roma kuasai semua daerah Mediterania, Kota Ostia juga diganti sebagai dermaga komersil yang repot.

Tetapi, jatuhnya Roma pada tanggal 6 Mei 1527 membuat dermaga ini ditinggal dan tersisa puing-puing kuno yang dapat dilihat sampai saat ini.

Hal menarik dari puing-puing kota kuno Ostia dibandingkan Pompeii ialah adanya Kuil Mithras berumur beberapa ribu tahun.

Didalamnya ada sebuah altar, komplet dengan Patung Dewa Mithras yang menjadi tempat penyembahan beberapa pengikut keyakinan Mithras.

Dewa Mithras sendiri dikenali sebagai dewa matahari persia Kuno. Kecuali di Italia, Kuil Mithras umumnya dapat kamu dapatkan di London, atau kuil-kuil yang berada di Spanyol sampai Swiss.

Kecuali Kuil Mithras, kamu bisa juga mendapati banyak puing-puing bangunan dan patung-patung yang berdiri tegak di seputar Ostia.

Ada juga benteng-benteng monumental yang ada di gerbang timur, utara, barat, dan selatan. Lantai-lantai marbel sampai ukir-pahatan-ukiran mosaik yang unik bisa juga kamu dapatkan di kota kuno ini.

Saat itu, di sejauh permukiman Lewat Casa di Diana kamu dapat mendapati kompleks-kompleks permukiman warga kelas menengah bawah.

Kamu bahkan juga dapat mendapati sebuah amfiteater raksasa yang dahulu jadi tempat diadakannya bermacam acara.

Sekarang, amfiteater itu jadi salah satunya spot untuk pelancong yang ingin melihat bermacam atraksi orkestra yang diadakan oleh faksi pengurus.

Dibandingkan Pompeii, Ostia tidak begitu ramai oleh hiruk pikuk pelancong. Karena, Ostia cuman didatangi lebih kurang 300 ribu pelancong tiap tahunnya, sedang Pompeii dapat lebih dari 1,5 juta pelancong.

Disamping itu, Ostia yang ada tidak jauh dari Colosseum jadi salah satunya opsi memikat buat didatangi.